Halaman
- Beranda
- PROGRAM BIDANG EKONOMI
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG AGAMA
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG PENDIDIKAN DAN PERPUSTAKAAN
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG SOSIAL BUDAYA
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG LINGKUNGAN HIDUP
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG KEWIRAUSAHAAN DAN PELUANG KERJA BARU
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG PEMUDA DAN OLAH RAGA
- PROGRAM PENGEMBANGAN DESA TERPADU
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG PERTANIAN DAN PETERNAKAN
- INILAH KAMI
Rabu, 23 Desember 2015
MASIH ADA JUGA
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....Allaahumma Sholli ala Sayyidina Muhammmad..Wahai Sahabatku...Saudaraku Muslim....Tahukah Anda....UKURAN orang yang sudah menjalankan semua ibadah dengan benar sholat lima waktu berjamaah...sholat sunnah lail tahajud tiada pernah lupa...sholat dhuha...puasa senin kamis...membaca dzikir sepanjang hari....membaca tilawah 1 juz sehari...bekerja keras tanpa kenal lelah...tetapi pelitnya bukan main...penyebar fitnah dan aib-aib saudaranya KENAPA...kok masih ada seorang takwa tetapi masih melakukan hal yang tidak sesuai tuntunan....sudahkan dia menyadari bahwa tindakannya keliru...percuma saja dengan ibadahnya yang sudah sempurna itu...semoga contoh kecil ini kita sebagai orang yang bisa berpikir cerdas memohon pertolongan kepada ALLAH agar perbuatan kita ibadah kita betul-betul sesuai dengan yang benar amin
Selasa, 22 Desember 2015
MARILAH BERBAGI
MARILAH BERBAGI
WALAU MUNGKIN HANYA SEKEDAR INFO
PALING TIDAK IKUT BERBAGI UNTUK INDONESIA
DENGAN PENGALAMAN HIDUP INI
KARENA SAYA DARI DESA TLOGOADI
MUNGKIN DISINILAH
SAYA COBA BERBAGI
UNTUK MASYARAKAT YANG BUTUH BERBAGI IDE, PENGALAMAN
WALAU MUNGKIN TIADA BERARTI
TAPI NILAI-NILAI KEJUJURAN HARUS DIPEGANG TEGUH
APALAH ARTINYA KALAU CUMA DILIHAT OLEH MANUSIA
TAPI JADIKANLAH KEIKHLASAN MENJADI TOLAK UKUR UTAMA
AGAMA UNTUK BERPIKIR JERNIH
ANDA BERPIKIR POSITIF ADALAH NILAI YANG LUAR BIASA
WALAU MUNGKIN HANYA SEKEDAR INFO
PALING TIDAK IKUT BERBAGI UNTUK INDONESIA
DENGAN PENGALAMAN HIDUP INI
KARENA SAYA DARI DESA TLOGOADI
MUNGKIN DISINILAH
SAYA COBA BERBAGI
UNTUK MASYARAKAT YANG BUTUH BERBAGI IDE, PENGALAMAN
WALAU MUNGKIN TIADA BERARTI
TAPI NILAI-NILAI KEJUJURAN HARUS DIPEGANG TEGUH
APALAH ARTINYA KALAU CUMA DILIHAT OLEH MANUSIA
TAPI JADIKANLAH KEIKHLASAN MENJADI TOLAK UKUR UTAMA
AGAMA UNTUK BERPIKIR JERNIH
ANDA BERPIKIR POSITIF ADALAH NILAI YANG LUAR BIASA
..Konsep Manusia sempurna dalam islam disebut Insan Kamil,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....Allaahumma Sholli ala Sayyidina Muhammmad..Wahai Sahabatku...Saudaraku Muslim....Tahukah Anda....Konsep Manusia sempurna dalam islam disebut Insan Kamil, Insan kamil adalah Manusia yang berhasil mencapai puncak prestasi tertinggi dilihat dari beberapa dimensi.
Konsep Insan Kamil menurut Al-Qur’an
Nabi Muhammad Saw disebut sebagai teladan insan kamil atau istilah populernya di dalam Q.S. al- Ahdzab/33:21:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”.
Insan kamil jika dilihat dari segi fisik biologisnya tidak berbeda dengan manusia lainnya. Namun dari segi mental spiritual ia memiliki kualitas-kualitas yang jauh lebih tinggi dan sempurna dibanding manusia lain. Karena kualitas dan kesempurnaan itulah Tuhan menjadikan insan kamil sebagai khalifah-Nya. Yang dimaksud dengan khalifah bukan semata-mata jabatan pemerintahan lahir dalam suatu wilayah negara (al-khilāfah az-zāhiriyyah) tetapi lebih dikhususkan pada khalifah sebagai wakil Allah (al-khilāfah al-ma’nawiyyah) dengan manifestasi nama-nama dan sifat-Nya sehingga kenyataan adanya Tuhan terlihat padanya.
Sifat – sifat manusia sempurna
1. Keimanan
2. Ketaqwaan
3. Keadaban
4. Keilmuan
5. Kemahiran
6. Ketertiban
7. Kegigihan kebaikan & kebenaran
8. Persaudaraan
9. Persepakatan dalam hidup
10. Perpaduan dalam umat
Konsep Insan Kamil menurut Al-Qur’an
Nabi Muhammad Saw disebut sebagai teladan insan kamil atau istilah populernya di dalam Q.S. al- Ahdzab/33:21:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”.
Insan kamil jika dilihat dari segi fisik biologisnya tidak berbeda dengan manusia lainnya. Namun dari segi mental spiritual ia memiliki kualitas-kualitas yang jauh lebih tinggi dan sempurna dibanding manusia lain. Karena kualitas dan kesempurnaan itulah Tuhan menjadikan insan kamil sebagai khalifah-Nya. Yang dimaksud dengan khalifah bukan semata-mata jabatan pemerintahan lahir dalam suatu wilayah negara (al-khilāfah az-zāhiriyyah) tetapi lebih dikhususkan pada khalifah sebagai wakil Allah (al-khilāfah al-ma’nawiyyah) dengan manifestasi nama-nama dan sifat-Nya sehingga kenyataan adanya Tuhan terlihat padanya.
Sifat – sifat manusia sempurna
1. Keimanan
2. Ketaqwaan
3. Keadaban
4. Keilmuan
5. Kemahiran
6. Ketertiban
7. Kegigihan kebaikan & kebenaran
8. Persaudaraan
9. Persepakatan dalam hidup
10. Perpaduan dalam umat
Rabu, 05 Agustus 2015
PENDUDUK DESA TLOGOADI PERIODE TAHUN 2011
Keadaan Penduduk
1. Jumlah Penduduk Desa
Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman pada Desember 2011 adalah 11.607
jiwa, terdiri dari :
Penduduk laki-laki : 5.775
jiwa
Penduduk perempuan : 5.832
jiwa
Jumlah kepala keluarga :
3.641 KK terdiri dari :
– Laki-laki : 2.941 KK
– Perempuan : 700 KK
Mutasi Penduduk
Mutasi penduduk di Desa
Tlogoadi Tahun 2011 adalah sebagai berikut :
Lahir : 138 jiwa ; 67 jiwa
laki-laki; 71 jiwa perempuan
Datang : 336 jiwa ; 143 jiwa
laki-laki; 193 jiwa perempuan
Mati : 94 jiwa ; 38 jiwa
laki-laki; 56 jiwa perempuan
Pindah : 189 jiwa ; 76 jiwa
laki-laki; 113 jiwa perempuan
Jumlah penduduk menurut
agama yang dipeluk
Islam : 10.055 jiwa
Katolik : 1.318 jiwa
Kristen : 227 jiwa
Hindu : 7 jiwa
Budha : – jiwa
Jumlah : 11.607 jiwa ( INFORMASI DIAMBIL DARI : www.Tlogoadi.com)
SEMOGA DI TLOGOADI MENEMUKAN PEMIMPIN YANG AMANAH.....SELAMAT BERJUANG UNTUK 6 TAHUN KE DEPAN
WAHAI Saudaraku Semua.......JIKA SAAT INI...semua orang akan menunggu
datangnya para PEMIMPIN YANG JUJUR...di Kabupaten Sleman...Pemilihan KEPALA
DESA serentak dilaksanakan tanggal 9 Agustus 2015...intinya semua MASYARAKAT
berharap ada calon PEMIMPIN yang JUJUR secara HAKIKI..tetapi untuk memilih
sosok PEMIMPIN JUJUR bagaikan menghitung JARI...sehingga masyarakat bagaikan
bermimpi dalam tidurnya...tetapi inilah kenyataan semua hanyalah sebuah
PERTANYAAN yang tentunya harus dijawab oleh PARA PEMIMPIN yang nantinya menjadi PEMIMPIN DESA
tersebut" HIMBAUAN bagi para pemilih yang sudah usia 17 tahun inilah
generasi muda yang mulai ambil jatah memilih semoga bisa mulai cerdas dalam
memilihnya banyak informasi yang harus digali ..sudah zaman internet yang bisa
terpegang di tangan HP.......jika ANDA memilih carilah informasi yang cepat
tentang calon Pemimpin tersebut...yang baik, jujur, peduli tidak sombong,
arogan...pasti akan luar biasa jika hal ini akan dicarinya".....Bagi Para
Calon Pemimpin Harus menerima KRITIK dengan hati yang IKHLAS..karena ANDA cuma
menjabat 6 (enam) tahun = 6 x 12 bulan x 31 hari = 2232 hari...waktu yang
sebentar bagi ANDA seorang yang CERDAS..karena masih menumpuk PR bagi pemimpin
yang lama belum selesai....MAMPUKAH ANDA MENYELESAIKAN ???? karena semua
tanggungjawab adalah di PEMIMPIN itu sendiri...Semoga Para Calon Pemimpin Baru
atau Yang Lama harus memulai untuk menjadi JUJUR secara HAKIKI.........saat
mati akan diminta pertanggunganjawab oleh masyarakatnya yang telah dipimpin
SIAPKAH ANDA?????.............
10 Kriteria Pemimpin Menurut Islam ::
Setiap manusia yang terlahir dibumi dari yang pertama hingga yang terakhir adalah seorang pemimpin, setidaknya ia adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri. Bagus tidaknya seorang pemimpin pasti berimbas kepada apa yang dipimpin olehnya. Karena itu menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut,karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu. Dalam Islam sudah ada aturan-aturan yang berkaitan tentang pemimpin yang baik diantaranya :
1. Beriman dan Beramal Shaleh
Ini sudah pasti tentunya. Kita harus memilih pemimpin orang yang beriman, bertaqwa, selalu menjalankan perintah Allah dan rasulnya. Karena ini merupakan jalan kebenaran yang membawa kepada kehidupan yang damai, tentram, dan bahagia dunia maupun akherat. Disamping itu juga harus yang mengamalkan keimanannya itu yaitu dalam bentuk amal soleh.
Ini sudah pasti tentunya. Kita harus memilih pemimpin orang yang beriman, bertaqwa, selalu menjalankan perintah Allah dan rasulnya. Karena ini merupakan jalan kebenaran yang membawa kepada kehidupan yang damai, tentram, dan bahagia dunia maupun akherat. Disamping itu juga harus yang mengamalkan keimanannya itu yaitu dalam bentuk amal soleh.
2. Niat yang Lurus
“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut”
“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut”
Karena itu hendaklah menjadi seorang pemimpin hanya karena mencari keridhoan ALLAH saja dan sesungguhnya kepemimpinan atau jabatan adalah tanggung jawab dan beban, bukan kesempatan dan kemuliaan.
3. Laki-Laki
Dalam Al-qur'an surat An nisaa' (4) :34 telah diterangkan bahwa laki laki adalah pemimpin dari kaum wanita.
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara “
Dalam Al-qur'an surat An nisaa' (4) :34 telah diterangkan bahwa laki laki adalah pemimpin dari kaum wanita.
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara “
“Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita.”(Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya).
4. Tidak Meminta Jabatan
Rasullullah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah Radhiyallahu’anhu,
”Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin. Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Rasullullah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah Radhiyallahu’anhu,
”Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin. Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
5. Berpegang pada Hukum Allah
Ini salah satu kewajiban utama seorang pemimpin.
Allah berfirman,
”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (al-Maaidah:49).
Ini salah satu kewajiban utama seorang pemimpin.
Allah berfirman,
”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (al-Maaidah:49).
6. Memutuskan Perkara Dengan Adil
Rasulullah bersabda,
”Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari kiamat dengan kondisi terikat, entah ia akan diselamatkan oleh keadilan, atau akan dijerusmuskan oleh kezhalimannya.” (Riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Kabir).
Rasulullah bersabda,
”Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari kiamat dengan kondisi terikat, entah ia akan diselamatkan oleh keadilan, atau akan dijerusmuskan oleh kezhalimannya.” (Riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Kabir).
7. Menasehati rakyat
Rasulullah bersabda,
”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).”
Rasulullah bersabda,
”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).”
8. Tidak Menerima Hadiah
Seorang rakyat yang memberikan hadiah kepada seorang pemimpin pasti mempunyai maksud tersembunyi, entah ingin mendekati atau mengambil hati.Oleh karena itu, hendaklah seorang pemimpin menolak pemberian hadiah dari rakyatnya. Rasulullah bersabda,
” Pemberian hadiah kepada pemimpin adalah pengkhianatan.” (Riwayat Thabrani).
Seorang rakyat yang memberikan hadiah kepada seorang pemimpin pasti mempunyai maksud tersembunyi, entah ingin mendekati atau mengambil hati.Oleh karena itu, hendaklah seorang pemimpin menolak pemberian hadiah dari rakyatnya. Rasulullah bersabda,
” Pemberian hadiah kepada pemimpin adalah pengkhianatan.” (Riwayat Thabrani).
9. Tegas
ini merupakan sikap seorang pemimpin yang selalu di idam-idamkan oleh rakyatnya. Tegas bukan berarti otoriter, tapi tegas maksudnya adalah yang benar katakan benar dan yang salah katakan salah serta melaksanakan aturan hukum yang sesuai dengan Allah, SWT dan rasulnya.
ini merupakan sikap seorang pemimpin yang selalu di idam-idamkan oleh rakyatnya. Tegas bukan berarti otoriter, tapi tegas maksudnya adalah yang benar katakan benar dan yang salah katakan salah serta melaksanakan aturan hukum yang sesuai dengan Allah, SWT dan rasulnya.
10. Lemah Lembut
Doa Rasullullah :
"Ya Allah, barangsiapa mengurus satu perkara umatku lalu ia mempersulitnya, maka persulitlah ia, dan barang siapa yang mengurus satu perkara umatku lalu ia berlemah lembut kepada mereka, maka berlemah lembutlah kepadanya"
Selain poin- poin yang ada di atas seorang pemimpin dapat dikatakan baik bila ia memiliki STAF. STAF disini bukanlah staf dari pemimpin, melainkan sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tersebut. STAF yang dimaksud di sini adalah Sidiq(jujur), Tablig(menyampaikan), amanah(dapat dipercaya), fatonah(cerdas)
Sidiq itu berarti jujur.
Doa Rasullullah :
"Ya Allah, barangsiapa mengurus satu perkara umatku lalu ia mempersulitnya, maka persulitlah ia, dan barang siapa yang mengurus satu perkara umatku lalu ia berlemah lembut kepada mereka, maka berlemah lembutlah kepadanya"
Selain poin- poin yang ada di atas seorang pemimpin dapat dikatakan baik bila ia memiliki STAF. STAF disini bukanlah staf dari pemimpin, melainkan sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tersebut. STAF yang dimaksud di sini adalah Sidiq(jujur), Tablig(menyampaikan), amanah(dapat dipercaya), fatonah(cerdas)
Sidiq itu berarti jujur.
Bila seorang pemimpin itu jujur maka tidak adalagi KPK karena tidak adalagi korupsi yang terjadi dan jujur itu membawa ketenangan, kitapun diperintahkan jujur walaupun itu menyakitkan.Tablig adalah menyampaikan, menyampaikan disini dapat berupa informasi juga yang lain. Selain menyampaikan seorang pemimpin juga tidak boleh menutup diri saat diperlukan rakyatnya karena Rasulullah bersabda,
”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).
Amanah berarti dapat dipercaya. Rasulullah bersabda,
”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).
Amanah berarti dapat dipercaya. Rasulullah bersabda,
” Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-hakim).
Karena itu seorang pemimpin harus ahli sehingga dapat dipercaya.Fatonah ialah cerdas. Seorang pemimpin tidak hanya perlu jujur, dapat dipercaya, dan dapat menyampaikan tetapi juga cerdas. Karena jika seorang pemimpin tidak cerdas maka ia tidak dapat menyelesaikan masalah rakyatnya dan ia tidak dapat memajukan apa yang dipimpinnya.
Karena itu seorang pemimpin harus ahli sehingga dapat dipercaya.Fatonah ialah cerdas. Seorang pemimpin tidak hanya perlu jujur, dapat dipercaya, dan dapat menyampaikan tetapi juga cerdas. Karena jika seorang pemimpin tidak cerdas maka ia tidak dapat menyelesaikan masalah rakyatnya dan ia tidak dapat memajukan apa yang dipimpinnya.
Setelah kita mengetahui sebagian ciri- ciri pemimpin menurut islam. Marilah kita memilih dan membuat diri kita mendekati bahkan jika bisa menjadi seperti ciri- ciri pemimpin diatas karena kita merupakan Mahasiswa dan sebagai penerus bangsa.
Rabu, 03 Juni 2015
BERPIKIR BIJAK DALAM MELIHAT MASA DEPAN
BERPIKIR BIJAK DALAM MELIHAT MASA DEPAN
- Memulai untuk bertindak bijak diperlukan semangat Baru
- Menjadikan terbaik masa depan diperlukan kejujuran
- Dalam perjalanan membangun suatu Desa dibutuhkan kebersamaan dan Kejujuran
- Semakin VISI dan MISI menyatu yang ada cuma kebaikan
- Contoh kecil jika dalam suatu desa ada PROGRAM PEMBERDAYAAN UMAT...inilah yang paling utama, karena akan dirasakan Masyarakat...misalnya ada Program Dana Abadi, anggap saja per hari 1000 rupiah...di DESA TLOGOADI jumlah penduduk : 12000 jiwa dikalikan per hari, minggu bulan bahka tahun = 1000 x 31 x 12x 12000 jiwa maka berjumlah= Rp.
....( empat milyar empat ratus enam puluh empat ribu rupiah) LUAR BIASA...setahun saja4,464,000,000.00 - Apakah dana ABADI ini tidak bisa digunakan.....PASTI BISA
- Untuk program Panti Asuhan Anak Cacat
2. Panti Asuhan Bayi Terlantar
3. Panti Asuhan Yatim Piatu
4. Janda-Janda tua dhuafa
5. Anak-Anak/Dewasa/Orangtua Sakit dan tidak mampu
6. Biaya sekolah Anak Yatim dan Duafa
7. Semua Golongan Agama akan dijamin mendapat pelayanan dengan DANA ABADI
8. Mushola/Masjid, Tempat ibadah lain yang sedang dibangun
9. Kebutuhan alat ibadah
MAKA TLOGOADI BUKAN CUMA BICARA...TETAPI NYATA....semoga
MARILAH KITA BERPIKIR BERTINDAK SAMA DALAM KEBERSAMAAN JAUHKANLAH DARI SEMUA ATRIBUT PERBEDAAN
Jumat, 17 April 2015
TAHUKAH KITA ...BAHWA KITA SALING BERSAUDARA.....
Kita sebagai umat islam tidak berhak untuk mencari-cari kesalahan
orang lain lalu menyebarkannya apalagi berusaha mempermalukan orang
tersebut didepan umum, dengan menggunakan ilmu/kepandaian kita.
Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: ”Aku peringatkan kepada kalian tentang prasangka, karena sesungguhnya prasangka adalah perkataan yang paling bohong, dan janganlah kalian berusaha untuk mendapatkan informasi tentang kejelekan dan mencari-cari kesalahan orang lain, jangan pula saling dengki, saling benci, saling memusuhi, jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara” (H.R Bukhari, no (6064) dan Muslim, no (2563).
Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: ”Aku peringatkan kepada kalian tentang prasangka, karena sesungguhnya prasangka adalah perkataan yang paling bohong, dan janganlah kalian berusaha untuk mendapatkan informasi tentang kejelekan dan mencari-cari kesalahan orang lain, jangan pula saling dengki, saling benci, saling memusuhi, jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara” (H.R Bukhari, no (6064) dan Muslim, no (2563).
Langganan:
Postingan (Atom)