Halaman
- Beranda
- PROGRAM BIDANG EKONOMI
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG AGAMA
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG PENDIDIKAN DAN PERPUSTAKAAN
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG SOSIAL BUDAYA
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG LINGKUNGAN HIDUP
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG KEWIRAUSAHAAN DAN PELUANG KERJA BARU
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG PEMUDA DAN OLAH RAGA
- PROGRAM PENGEMBANGAN DESA TERPADU
- IDE KAMI PROGRAM BIDANG PERTANIAN DAN PETERNAKAN
- INILAH KAMI
Minggu, 12 November 2017
PROGRAM KEMITRAAN PENGGEMUKAN SAPI
PROGRAM KEMITRAAN PENGGEMUKAN SAPI DAN PABRIK PAKAN TERNAK
PAKET MODAL Rp. 100 MILYAR
SYARAT PEMOHON PUNYA REKENING : Rp. 3 M
PROFIT SHARING : 80:20%
BERLAKU UNTUK SELURUH INDONESIA
BERMINAT HOTLINE:085326739300
Blogger:airconsultant.blogspot.com
AIR CONSULTANT BERBAGI UNTUK NEGERI
Sabtu, 16 September 2017
KERJASAMA INVESTASI UNTUK TAKE OVER
KERJASAMA INVESTASI UNTUK TAKE OVER ASSET PROYEK ATAUPUN ASSET YANG MASIH BERJALAN LOKASI DI SELURUH
INDONESIA
Kami
siap membantu Pendanaannya untuk TAKE OVER ..Hotel, Mall, Pasar,
Apartemen, Kampus, Rumah Sakit, Lahan, Tambang, Pabrik serta Proyek yang
masih awal dll
Proyek yang siap di take over, izin valid, lokasi di Indonesia
misalnya Nilai Proyek Take OverHOTEL BINTANG 5 : Rp. 600 M, proses : 45 hari, Pemodal Rp. 7 M, mendapat bagi hasil asset 20% ( sekitar Rp. 120 M), dengan Bagi hasil Pengelolaan 50%:50% tanpa batas waktu yang bisa diwariskan ke ahli warisnya.
JIKA DIBANDINGKAN dengan DEPOSITO...waktu 12 bulan , nilai Rp. 7M, bunga deposito 7%/th sekitar Rp. 490 juta.....total diterima Rp. 7.490.000.000,-
C oba di renungkan
BERMINAT BISA MENGHUBUNGI:
AIR CONSULTANT..+62 85326739300
Rabu, 15 Februari 2017
RASA SYUKUR ITU DIMANA
Mengapa hari ini
kita telah melupakan rasa syukur itu
terlalu mudah melupakan nikmat dari Allah
manusia memang begitulah
yang disyukuri jika mendapatkan harta, tahta...wanita
kenapa begitu ya
seakan rasa syukur sudah punah dihati manusia
menjawab hidup dengan pemikiran yang dangkal
menjawab dengan logika manusia
manusia memang selalu berkeluh kesah
manusia berbeda dengan binatang
yang menjalani sesuai kehendaknya
tapi manusia selalu serakah dan melupakan rasa syukur itu
mengira hidup sampai seribu tahun
ternyata KEMATIAN akan terus mengejarnya
Maka mulailah kita menyadari atas kealpaan ini
Rabu, 28 September 2016
MENUTUB AIB SESEORANG.......................
“Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat” (Hadits Riwayat Imam at-Tirmidzi).
Kita
hidup di dunia ini terkadang merasa lebih mulia daripada orang lain.
Hanya gara-gara satu kesalahan yang diperbuat orang lain yang tampak di
depan mata kita, menjadikan kita merasa lebih baik dan lebih mulia
sehingga kita merendahkan orang tersebut. Tidak cukup dengan
merendahkan, kita pun berbangga ikut menyebarkan keburukan orang itu
kepada orang lain.
Ketahuilah, mungkin saja ini
adalah ujian yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada orang
itu sehingga Allah tampakan kesalahan dan aib orang tersebut agar
bisa menjadi ujian juga bagi kita dengan harapan kita dapat mengambil
pelajaran dari apa yang tampak dari aib itu. Dengan demikian kita
semestinya menutup aib tersebut sehingga Allah akan memberi jaminan
bahwa aib kita akan ditutup pula baik di dunia maupun di akhirat.
Seandainya dosa itu dapat mengeluarkan
bau busuk dan kita dapat mencium bau busuk tersebut, mungkin saja kita
ini lebih busuk baunya dibandingkan orang yang tampak aibnya itu. Tetapi
karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menutup aib kita, Allah
Subhanahu wa Ta’ala telah menutup aib umat Nabi Muhammad Shollallohu
‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, maka apa yang kita rahasiakan
ditutup oleh Allah Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala masih mengharapkan
taubat kita. Oleh karena itu, jika kita melihat aib yang ada pada diri
orang lain, jangan sampai kita merendahkan dan menyebarkan aib itu.
Sebab, kalau kita melakukannya maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan
membuka aib kita di dunia dan di akhirat.
Diceritakan dalam sebuah kisah yang
sangat masyhur. Suatu hari Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa
Shohbihi wa Sallam didatangi seorang wanita yang mengaku telah berbuat
zina. Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam
kemudian berpaling darinya berpura-pura tidak mendengarnya. Setiap kali
bertatap muka, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa
Sallam akan memalingkan wajah darinya. Ini dilakukan karena Rasulullah
Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam tidak ingin mendengar
aib wanita tersebut. Namun wanita ini tetap membandel dan tetap menemui
Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Kali ini
ia datang bersama ayahnya dan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa
Shohbihi wa Sallam kemudian bertanya, “Kau sudah hamil?”.
Dijawab oleh sang wanita, “Ya, hamil”.
Lalu Nabi berpesan kepada ayahnya, “Bawa anakmu dan berbuat baiklah kepadanya”.
Di sini ada 2 pelajaran berharga yang
dapat kita ambil hikmahnya. Pertama, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa
Alihi wa Shohbihi wa Sallam tidak bertanya dengan siapa dia berzina.
Kita tahu yang namanya perbuatan zina itu sudah pasti dilakukan oleh 2
pelaku. Tapi Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa
Sallam tidak menanyakan hal itu. Ini karena Rasulullah Shollallohu
‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam suka menutup aib orang lain. Yang
kedua, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa
Sallam takut wanita itu dianiaya oleh ayahnya sehigga beliau Shollallohu
‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam berpesan agar berbuat baik
terhadap putrinya. Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi
wa Sallam khawatir ayahnya akan berbuat aniaya atas nama kehormatan
keluarga. Inilah bentuk kasih sayang dan simpati Rasulullah Shollallohu
‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam. Setelah melahirkan, wanita
ini datang kembali menghadap Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa
Shohbihi wa Sallam. Maka Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa
Shohbihi wa Sallam kemudian menyuruhnya untuk menyusui anaknya. Anehnya
di sini adalah beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam
tidak menahan wanita itu. Tetapi Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa
Alihi wa Shohbihi wa Sallam lebih suka untuk melepaskannya.
Dalam kisah yang lain, Rasulullah
Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam menceritakan ada
seorang mukmin kelak pada hari Kiamat yang mempunyai keistimewaan karena
di dunia ia suka menutup aib saudaranya. Di saat menghadap Allah
Subhanahu wa Ta’ala, berbicara di hadapan Allah Ta’ala, ia mendapatkan
perlakuan khusus. Pada saat itu orang-orang yang menghadap kepada Allah,
berbicara kepada Allah, maka pembicaraan antara dia dengan Allah
Subhanahu wa Ta’ala akan dipertontonkan di hadapan lautan manusia,
termasuk segala perbuatan maksiat yang pernah ia lakukan selama di dunia
juga akan diperlihatkan di depan manusia. Semua akan ditampakan. Akan
tetapi, khusus bagi mereka yang suka menutup aib saudaranya di dunia
maka akan dibuatkan tirai yang melindungi pembicaran antara orang
tersebut dengan Allah sehingga tidak bisa didengar oleh siapapun. Yang
bisa tahu dan dengar pembicaran tersebut hanya dirinya dengan Allah
Subhanahu wa Ta’ala. Ketika itu Allah mengatakan, “Wahai Fulan, bukankah
kamu pada hari sekian, waktu sekian dan dalam keadaan sekian telah
berbuat maksiat ini dan itu?”. Disebutkan semuanya oleh Allah perbuatan
maksiat atau keburukan yang pernah ia lakukan selama di dunia. Ia pun
mengakuinya. Hanya saja pembicaraan ini ditutup oleh Allah Subhanahu wa
Ta’ala, dan tidak dipertontonkan di hadapan manusia. Meskipun dosanya
tetap dibicarakan oleh Allah tetapi tidak diperlihatkan kepada
orang-orang saat itu. Hanya dirinya dan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang
tahu. Allah Subhanahu wa Ta’ala katakan kepada orang tersebut, “Dulu
sewaktu hidup di dunia engkau menutup aib saudaramu maka sekarang ini
semua dosamu diganti dengan kebaikan (hasanat)”. Bayangkan kegembiraan
yang bakal ia dapatkan di akhirat kelak. Bukan hanya aibnya yang ditutup
oleh Allah saja bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjamin akan
mengganti dosa-dosanya dengan kebaikan. Semua ini ia peroleh karena dulu
ia suka menutup aib saudaranya di dunia. Subhanalloh
Minggu, 31 Juli 2016
Minggu, 27 Maret 2016
Langganan:
Postingan (Atom)






